Pengobatan Alami Mioma Uteri

Secara medis, mioma uteri ditangani dengan pemberian obat-obatan hormonal dan penghilang rasa sakit.Tindakan lainnya adalah dengan jalan operasi dan penyumbatan arteri. Setelah dilakukan tindakan diatas bukan berarti masalah mioma uteri sudah selesai, pada beberapa kasus mioma uteri dapat tumbuh kembali, dan pada beberapa kasus pemberian obat atau tindakan diatas mengundang juga efek samping kesehatan.

Langkah selain pemberian obat-obatan atau tindakan operasi, adalah dengan pengobatan herbal, yakni :

1. Cara Pertama

Bahan-Bahan :

- 10 gram benalu teh
- 7 gram bidara upas
- 3 gram komprey
- 3 gram sambiloto
- 15 gram kunyit putih (dikonsumsi sendiri)

Cara Pemakaian :

- Cuci bersih semua bahan
- Lalu masukkan ke dalam kuali
- Tambahkan 4 gelas air
- Kemudian rebus hingga airnya tersisa setengannya
- Setelah itu dinginkan sebentar
- Minum ramuan 2 kali sehari
- Khusus kunyit putih ramu dalam gelas berisi air mendidih dan diminum sebagai minuman penutup setelah minum ramuan pertama

2. Cara Kedua

Bahan-Bahan :

- 10 gram benalu teh
- 7 gram bidara upas
- 3 gram komprey
- 3 gram sambiloto
- 15 gram kunyit putih (dikonsumsi sendiri)

Cara Pemakaian :

- Semua bahan di cuci bersih
- Lalu campurkan semua bahan, kecuali kunyit putih
- Kemudian tambahkan 2 gelas air mendidih
- Aduk hingga tercampur rata
- Diamkan sebentar dan tambahkan madu
- Setelah itu minum ramuan 2 kali sehari
- Khusus kunyit putih ramu dalam gelas berisi air mendidih dan diminum sebagai minuman penutup setelah minum ramuan pertama

Posted in Obat Mioma | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Leiomioma Uteri

Mioma Uteri adalah tumor jinak yang berasal dari otot rahim dan jaringan ikat yang menumpangnya. Tumor ini disebabkan oleh produksi hormon estrogen yang berkepanjangan. Mioma paling banyak ditemukan pada umur 35-45 tahun (kurang lebih 25%). Mioma uteri sering didapat pada wanita yang belum menikah dan yang kurang subur. Faktor keturunan juga berperan. Penderita mioma sering mengalami menopause yang terlambat.

Leiomioma juga adalah tumor jinak miometrium dengan ciri tersendiri, bulat, keras, berwarna putih hingga merah muda pucat, sebagian besar terdiri atas otot polos dengan beberapa jaringan ikat. Kira-kira 95% berasal dari korpus uteri dan 5% dari serviks. Hanya kadang-kadang raja berasal dari tuba fallopii atau ligamentum rotundum. Leiomioma adalah tumor pelvis yang paling sering, terjadi pada kira-kira 25% wanita kulit putih dan 50% kulit hitam pada umur 50 tahun. Leiomioma menyebabkan sekitar 10% masalah ginekologi dan mencapai puncak insiden pada dekade kelima. Meskipun penyebabnya tidak diketahui, setiap tumor (98% multipel) berasal dari sate sel otot (apakah sisa sel embrionik atau otot polos pembuluh darah, tidak jelas). Sel ini membesar sebagai respons terhadap estrogen. Karena itu pembesaran jelas terlihat dengan adanya kehamilan. Leiomioma premenarke jarang terjadi dan menopause atau kastrasi menyebabkan regresi.

Leiomioma uteri diklasifikasikan menurut lokasi anatomi. Paling umum adalah subserosa (di bawah peritoneum), intramural (di dalam dinding uterus) atau submukosa (hanya 5%40% di bawah endometrium).

Apabila mioma dibelah, tampak bahwa mioma terdiri atas berkas otot polos dan jaringan ikat yang tersusun seperti konde/ pusaran air (whorl pattern). Sarang mioma sering ditemukan sebanyak 5-20 bush dalam satu rahim. Tumor ini dapat juga bertangkai dan dapat menonjol ke dalam rongga rahim bahkan melalui serviks ke dalam vagina. Pertumbuhan mioma dapat mencapai berat 5 kg. Diperkirakan memerlukan waktu 3 tahun agar mioma dapat mencapai ukuran sebesar tinju, akan tetapi beberapa kasus ternyata tumbuh cepat. Tumor ini dapat mengalami perubahan karena perubahan dalam aliran darah yang menuju tumor akibat pertumbuhan, kehamilan atau pengecilan rahim pada menopause. Torsi atau terputarnya mioma bertangkai dapat jugs terjadi.

Hampir separuh kasus mioma uteri ditemukan secara kebetulan pada pemeriksaan ginekologik karena tumor ini tidak mengganggu, sering hanya keluhan akan rasa berat dan adanya benjolan di perut bagian bawah saja. Gejala yang dikeluhkan sangat tergantung pada tempat mioma ini berada, besarnya, perubahan dan komplikasi yang terjadi. Nyeri bukan gejala khas tetapi dapat terjadi. Masalah dapat timbul bila terjadi perdarahan abnormal rahim (banyak dan lama serta tidak menentu) yang berlebihan sehingga menimbulkan anemia; penekanan pada kandung kemih yang menyebabkan sering berkemih dan urgensi, serta potensial untuk terjadinya infeksi kandung kemih, penekanan pada rectum menyebabkan sembelit; dan nyeri jika tumor mengalami perubahan atau jika terjadi torsi atau putaran mioma yang bertangkai.

Komplikasi yaitu dapat menjadi ganas (leiomiosarkoma) hanya ditemukan 0,32-0,6% dari seluruh mioma. Pada mioma yang bertangkai dapat terjadi torsi (putaran) sehingga dapat terjadi nekrosis yang mengakibatkan sindrom abdomen akut.

Pada perempuan yang tidak ada keluhan atau mendekati usia menopause, atau yang memiliki tumor yang kecil, tidak diperlukan tindakan khusus. Pemeriksaan teratur harus dilakukan untuk memantau perubahan. Selama masa reproduksi, dapat dilakukan miomektomi jika timbul gejalagejala bermakna yang mengakibatkan inferblitas akibat mioma.

Mioma Uteri adalah tumor jinak yang berasal dari otot rahim dan jaringan ikat yang menumpangnya. Tumor ini disebabkan oleh produksi hormon estrogen yang berkepanjangan. Mioma paling banyak ditemukan pada umur 35-45 tahun (kurang lebih 25%). Mioma uteri sering didapat pada wanita yang belum menikah dan yang kurang subur. Faktor keturunan juga berperan. Penderita mioma sering mengalami menopause yang terlambat.

Leiomioma juga adalah tumor jinak miometrium dengan ciri tersendiri, bulat, keras, berwarna putih hingga merah muda pucat, sebagian besar terdiri atas otot polos dengan beberapa jaringan ikat. Kira-kira 95% berasal dari korpus uteri dan 5% dari serviks. Hanya kadang-kadang raja berasal dari tuba fallopii atau ligamentum rotundum. Leiomioma adalah tumor pelvis yang paling sering, terjadi pada kira-kira 25% wanita kulit putih dan 50% kulit hitam pada umur 50 tahun. Leiomioma menyebabkan sekitar 10% masalah ginekologi dan mencapai puncak insiden pada dekade kelima. Meskipun penyebabnya tidak diketahui, setiap tumor (98% multipel) berasal dari sate sel otot (apakah sisa sel embrionik atau otot polos pembuluh darah, tidak jelas). Sel ini membesar sebagai respons terhadap estrogen. Karena itu pembesaran jelas terlihat dengan adanya kehamilan. Leiomioma premenarke jarang terjadi dan menopause atau kastrasi menyebabkan regresi.

Leiomioma uteri diklasifikasikan menurut lokasi anatomi. Paling umum adalah subserosa (di bawah peritoneum), intramural (di dalam dinding uterus) atau submukosa (hanya 5%40% di bawah endometrium).

Apabila mioma dibelah, tampak bahwa mioma terdiri atas berkas otot polos dan jaringan ikat yang tersusun seperti konde/ pusaran air (whorl pattern). Sarang mioma sering ditemukan sebanyak 5-20 bush dalam satu rahim. Tumor ini dapat juga bertangkai dan dapat menonjol ke dalam rongga rahim bahkan melalui serviks ke dalam vagina. Pertumbuhan mioma dapat mencapai berat 5 kg. Diperkirakan memerlukan waktu 3 tahun agar mioma dapat mencapai ukuran sebesar tinju, akan tetapi beberapa kasus ternyata tumbuh cepat. Tumor ini dapat mengalami perubahan karena perubahan dalam aliran darah yang menuju tumor akibat pertumbuhan, kehamilan atau pengecilan rahim pada menopause. Torsi atau terputarnya mioma bertangkai dapat jugs terjadi.

Hampir separuh kasus mioma uteri ditemukan secara kebetulan pada pemeriksaan ginekologik karena tumor ini tidak mengganggu, sering hanya keluhan akan rasa berat dan adanya benjolan di perut bagian bawah saja. Gejala yang dikeluhkan sangat tergantung pada tempat mioma ini berada, besarnya, perubahan dan komplikasi yang terjadi. Nyeri bukan gejala khas tetapi dapat terjadi. Masalah dapat timbul bila terjadi perdarahan abnormal rahim (banyak dan lama serta tidak menentu) yang berlebihan sehingga menimbulkan anemia; penekanan pada kandung kemih yang menyebabkan sering berkemih dan urgensi, serta potensial untuk terjadinya infeksi kandung kemih, penekanan pada rectum menyebabkan sembelit; dan nyeri jika tumor mengalami perubahan atau jika terjadi torsi atau putaran mioma yang bertangkai.

Komplikasi yaitu dapat menjadi ganas (leiomiosarkoma) hanya ditemukan 0,32-0,6% dari seluruh mioma. Pada mioma yang bertangkai dapat terjadi torsi (putaran) sehingga dapat terjadi nekrosis yang mengakibatkan sindrom abdomen akut.

Pada perempuan yang tidak ada keluhan atau mendekati usia menopause, atau yang memiliki tumor yang kecil, tidak diperlukan tindakan khusus. Pemeriksaan teratur harus dilakukan untuk memantau perubahan. Selama masa reproduksi, dapat dilakukan miomektomi jika timbul gejalagejala bermakna yang mengakibatkan inferblitas akibat mioma.

Daftar Pustaka
Ibu sehat dan cantik dengan herbal Oleh Ning Harmanto
BS Obstetri dan Ginekologi Oleh Ralph C. Benson & Martin L. Pernoll

Baca Juga:

  • August 2, 2010 — Perubahan sistem reproduksi masa nifas
    Involusi uterus adalah kembalinya uterus kepada keadaan sebelum hamil, baik dalam bentuk maupun posisi. Selain uterus, vagina, ligamen uterus, dan otot dasar panggul juga kembali ke keadaan sebelum hamil. Bila ligamen uterus dan otot dasar panggul tidak kembali ke keadaan sebelum hamil, kemungkinan …
  • July 4, 2011 — Endometriosis
    Endometriosis berespons seperti endometrium normal, jadi ikut menebal, melepaskan diri, dan sebagainya seperti selama siklus haid biasa, termasuk perdarahan. Pada ovarium, berupa endometrium (kista yang dilapisi endometrium yang bcrfungsi). Bila berdarah ke dalam, isi kista tampak berwarna coklat d…
  • February 1, 2011 — Apa itu Endometriosis?
    Endometriosis adalah kasus jaringan endometrium (lapisan dinding rahim) yang tumbuh di luar rahim (implan endometrium). Kata endometrium sendiri berasal dari bahasa Latin (Yunani) endo (di dalam) dan metra (rahim). Kasus endometriosis untuk pertama kali dilontarkan sekitar 300 tahun lalu, tepatnya p…
  • December 7, 2010 — Hormon-hormon reproduksi
    Estrogen dihasilkan oleh ovarium. Ada banyak jenis estrogen tapi yang paling penting dalam reproduksi adalah estradiol. Estrogen berguna untuk pembentukan ciri-ciri perkembangan seksual pada wanita yaitu pembentukan payudara, lekuk tubuh, rambut kemaluan,dan lain-lain. Estrogen juga berguna pada sik…
  • July 5, 2010 — Apa beda sakit kepala dengan pusing?
    Sakit kepala tidak sama dengan pusing. Pusing itu vertigo. Pada pusing tidak terasa nyeri, melainkan merasa berputar….

Tags: , , ,

Bukan Artikel Yang Anda Cari? Silahkan cari melalui kotak pencarian berikut

Comments are closed.

Posted in Obat Mioma | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Operasi Mioma

Penyakit mioma uteri berasal dari otot polos rahim. Pertumbuhan tumor ini disebabkan rangsangan hormon estrogen. Pada jaringan mioma jumlah reseptor estrogen lebih tinggi dibandingkan jaringan otot kandungan (miometrium) sekitarnya sehingga mioma uteri ini sering kali tumbuh lebih cepat pada kehamilan (membesar pada usia reproduksi) dan biasanya berkurang ukurannya sesudah menopause (mengecil pada pascamenopause). Sering kali mioma uteri membesar ke arah rongga rahim dan tumbuh keluar dari mulut rahim. Ini yang sering disebut sebagai Myoma Geburt (Geburt berasal dari bahasa German yang berarti lahir). Tumor yang ada dalam rahim dapat tumbuh lebih dari satu, pada perabaan memiliki konsistensi kenyal, berbentuk bulat dan permukaan berbenjol-benjol seperti layaknya tumor perut. Beratnya bervariasi, mulai dari beberapa gram saja, namun bisa juga mencapai 5 kilogram atau lebih.

Mioma uteri yang berasal dari sel otot polos miometrium, menurut teori onkogenik maka patogenesa mioma uteri dibagi menjadi 2 faktor yaitu inisiator dan promotor. Faktor-faktor yang menginisiasi pertumbuhan mioma masih belum diketahui pasti. Dari penelitian menggunakan glucose-6-phosphatase dihydrogenase diketahui bahwa mioma berasal dari jaringan uniseluler. Transformasi neoplastik dari miometrium menjadi mioma melibatkan mutasi somatik dari miometrium normal dan interaksi kompleks dari hormon steroid seks dan growth factor lokal. Mutasi somatik ini merupakan peristiwa awal dalam proses pertumbuhan tumor.

Tidak dapat dibuktikan bahwa hormon estrogen berperan sebagai penyebab mioma, namun diketahui estrogen berpengaruh dalam pertumbuhan mioma. Mioma terdiri dari reseptor estrogen dengan konsentrasi yang lebih tinggi dibanding dari miometrium sekitarnya namun konsentrasinya lebih rendah dibanding endometrium. Hormon progesteron meningkatkan aktifitas mitotik dari mioma pada wanita muda namun mekanisme dan faktor pertumbuhan yang terlibat tidak diketahui secara pasti. Progesteron memungkinkan pembesaran tumor dengan cara down-regulation apoptosis dari tumor. Estrogen berperan dalam pembesaran tumor dengan meningkatkan produksi matriks ekstraseluler.

Operasi Mioma Uteri

Tindakan operasi yang dapat dilakukan adalah :

1. Miomektomi (operasi pengambilan mioma uteri)

Dipertimbangkan apabila seorang wanita masih berusia muda atau masih ingin memiliki anak lagi. Setelah miomektomi, pasien disarankan untuk menunda kehamilan selama 4-6 bulan karena rahim masih dalam keadaan rapuh setelah dioperasi. Komplikasi dari miomektomi berupa risiko perdarahan harus dipertimbangkan. Kemungkinan untuk pertumbuhan mioma lagi setelah miomektomi berkisar 20-25% pasien.

2. Histerektomi (operasi pengangkatan rahim)

Pengangkatan rahim keseluruhan yang dipertimbangkan pada wanita yang sudah tidak menginginkan anak lagi, pertumbuhan mioma yang berulang setelah miomektomi dan nyeri hebat yang tidak sembuh dengan terapi.

Dengan bekembangnya teknik dan alat kedokteran maka tindakan pembedahan dapat dilakukan dengan laparoskopi. Prosedur operasi dengan laparaskopi dapat berupa miolisis. Miolisis adalah prosedur operasi yang minimal dengan jalan menghantarkan sumber energi yang berasal dari laser berupa neodymium ke jaringan mioma, dimana akan menimbulkan koagulasi dan kematian sel di dalam mioma.

Dengan laparoskopi, sebuah teleskop tipis dan panjang yang dilengkapi lampu dan kamera video dimasukkan melalui tusukan kecil di bawah pusar digunakan untuk melihat dan menghilangkan mioma. Dengan teknik ini luka operasi akan cepat pulih dan hanya meninggalkan sedikit luka parut bekas operasi. Namun teknik ini merupakan pilihan bilamana ukuran mioma masih kecil (5-6 cm). Bilamana mioma cukup besar, terlebih dulu digunakan pengobatan hormone dengan agonis GnRH untuk mengecilkan ukuran mioma. Setelah ukuran mioma mengecil baru dilakukan tindakan laparoskopi.

Posted in Obat Mioma | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment